Bagikan :

Tampilkan postingan dengan label TIPS OTOMOTIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS OTOMOTIF. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

: Posted on Senin, 01 April 2013 - 22.07

Bagi para pemilik sepeda motor, mungkin pernah mengalami masalah pada engkol atau kick starter mesin sepeda motornya. Misalnya, engkol (kick starter) jadi tidak mau kembali setelah diengkol (diinjak), atau engkol sering loss seperti tidak memutar mesin. Masalah ini kerap terjadi pada sepeda motor yang sudah berusia lebih dari tiga tahun. Lalu, apa yang harus dilakukan jika mengalami masalah pada engkol atau kick starter sepeda motor? Baca solusinya pada artikel otomotif ini.
Mandala Airlines. Majalah Otomotif Online
Engkol Motor Tidak Balik Lagi? Oleskan Pelumas di Per Starter

Pemilik sepeda motor mungkin pernah mengalami yang namanya menginjak kick starter (engkol) tapi setelah diinjak kick starter tidak balik lagi ke posisi semula dan malah diam di bawah. Kejadian ini biasanya sering terjadi pada sepeda motor yang umurnya lebih dari 3 tahun. Kenapa demikian? Karena per pada starternya sudah kekurangan cairan pelumas sehingga saat diinjak pedalnya tidak bisa balik lagi ke atas dan harus kita naikkan sendiri.

Tidak perlu khawatir, sebab Gustian, salah satu mekanik di bengkel Moray Motor yang berada di kawasan Palmeran, Jakarta Barat, mencoba memberikan solusinya untuk Anda semua. Menurut Gustian, jika Anda mengalami hal tersebut tidak perlu beranggapan kalau bakal rusak parah. Jika kick starter diinjak tidak mau balik lagi ke posisi semula solusinya hanya mengoleskan pelumas ke bagian per starter. "Kasih pelumas atau gemuk saja lagi di per starternya. Itu terjadi biasanya karena gemuknya sudah mulai habis atau kering," kata Gustian.

Lanjut Gustian, lain ceritanya dengan kick starter yang ngelos atau ngempos saat diijak. Sewaktu menghidupkan mesin sepeda motor, kick starter sering ngelos itu disebabkan oleh klep dan ring seher yang sudah rusak. "Ini juga biasanya terjadi pada motor yang usianya diatas 3 tahun. Kita injak terus kick starternya tapi mesin tidak mau nyala. Itu biasanya di klep dan ring seher yang sudah rusak," katanya.

Bagaimana jika terjadi hal seperti itu dan apa yang harus dilakukan? Gustian menambahkan sebenarnya jika klep dan ring seher sudah mulai rusak tidak ada cara lain selain diganti baru. "Itu harus diganti dengan yang baru. Sebab mau diakalin bagaimanapun juga kalau tidak diganti baru gejala itu tetap terjadi. Beda halnya dengan komponen lain yang masih bisa diakalin," tukasnya.

Gustian menyarankan, ada baiknya meskipun sekarang ini hampir semua produk sepeda motor sudah menggunakan electric starter, namun jangan melupakan kick starter. Sesekali harus tetap menggunakan kick starter agar gemuk atau pelumas tidak cepat kering. "Jangan mentang-mentang ada electric starter, si kick starter dilupakan. Sesekali misalnya setiap pagi kalau nyalain mesin gunakan kick starter," tutup Gustian.

oto.detik.com

Jumat, 04 Januari 2013

: Posted on Jumat, 04 Januari 2013 - 18.28

Accu / Aki Mobil
Gejala Aki Mobil Soak

Seperti komponen mobil lainnya, aki juga memiliki masa kerja. Menurut Atek, punggawa Galeri Alternator, aki (sesuai jenisnya, ada basah dan kering) bisa bertahan antara 1,5 dan 2 tahun. Setelah itu biasanya aki tak lagi bisa menyimpan listrik. Ada beberapa tanda aki mulai soak atau lemah, seperti dituturkan Atek di bawah ini.

Perhatikan fisik aki, jika menggembung tanda adanya elemen sel yang rusak karena air aki habis atau sudah sampai usia / masa batas pakai. Bisa juga dikarenakan meningkatnya gas hidrogen akibat pengisian listrik yang berlebihan. Sebisa mungkin jangan menunda penggantian untuk menghindari aki meledak.

Tanda lain, mesin terasa pincang atau ndut-ndutan (untuk mesin injeksi) seperti kerusakan pada pengapian. Untuk mengetahui aki yang rusak, arahkan mobil ke dinding dan nyalakan lampu. Jika cahayanya redup, berarti kondisi aki sudah tidak bagus. Lainnya, mesin tak bisa dihidupkan, apalagi jika mobil sudah menginap lebih dari satu hari. Hal ini dikarenakan aki tak menyimpan listrik sehingga tidak memiliki kemampuan untuk memutar dinamo starter.

Atek berpendapat, indikator yang biasanya terdapat di aki tidak bisa dijadikan tolok ukur yang akurat. "Warna indikator tersebut belum tentu mewakili kondisi keenam sel. Biasanya indikator tersebut merupakan visualisasi kondisi sel tertentu," ujarnya. Dia menambahkan, jika sudah soak, maka aki tidak bisa disetrum ulang karena sel sudah tidak bisa dipakai lagi.

Adapun munculnya kerak putih pada kepala aki bukan indikasi soak. Kondisi tersebut merupakan akibat penguapan berlebihan yang menyusup lewat kutub terminal. Untuk menghilangkannya cukup disiram dengan air panas atau disikat dengan sikat kawat. Lakukan pengecekan berkala air aki jika sering muncul kerak.

otomotif.kompas.com

: Posted on - 01.49

Jas Hujan Ponco
Maut Mengintai Bikers Pengguna Jas Hujan Ponco

Dalam aturan lalu lintas memang tidak ada larangan menggunakan jas hujan model ponco bagi para biker. Namun sebaiknya berpikir dua kali untuk menggunakannya karena jas hujan ini memang bukan diciptakan untuk digunakan saat berkendara sepeda motor.

Kami sengaja kembali mengingatkan himbauan singkat yang di kirimkan secara berantai melalui Yahoo Messenger pada 2008 silam yang telah kami sunting:
"...teman saya hari ini telah meninggalkan rekan2 kerja, istri dan 2 anak yang masih usia 2 tahun dan 8 bulan serta cita-citanya untuk mencari kehidupan yang lebih baik lagi bersama keluarga tercinta. Yang bersangkutan mengalami kecelakaan individual di daerah Rawamangun pada pukul 6 pagi. Jas hujan yang dipakainya tersangkut di putaran rantai ban belakang motor bebek yang ia kendarai. Ia tertarik ke belakang dan jatuh dengan leher patah..."

Jas hujan jenis ponco memang sangat digemari berkat penggunaannya yang sangat praktis. Namun ini bukan alasan jika Anda masih menghargai keselamatan jiwa. Seorang rekan pernah berkelit. Ia kebetulan sangat menyukai kepraktisan jas hujan ponco dibandingkan jas hujan konvensional dengan mantel dan celana. Ia beralasan jas hujan ponconya dilengkapi dengan kancing di bagian tepi sehingga ujung bagian belakang tidak bisa mencapai gir roda belakang. Rekan lain menimpali. Ia dengan bangga tetap aman menggunakan jas hujan ponco karena kebetulan ia menggunakan skuter otomatik alias skutik yang tidak memiliki rantai terbuka di bagian ban belakang.

Sampai titik ini, mereka berdua benar untuk sementara waktu. Tetapi mereka juga lupa lupa kalau ponco yang juga kerap disebut sebagai 'jas hujan Batman' ini masih memiliki potensi bahaya lainnya. Sifat jas hujan ponco yang cenderung berkibar liar saat sepeda motor dilarikan kencang membuat kemungkinan tersangkut dengan kendaraan lain seperti kaca spion mobil, atau stang pengendara motor lainnya semakin besar. Jika tersangkut dengan sesama sepeda motor akibatnya memang hanya tiga. Anda yang jatuh. Dia yang jatuh. Atau kalian berdua yang jatuh akibat kehilangan kendali. Setelah jatuh, akibatnya bisa bermacam-macam. Yang pasti Anda tidak menginginkan hal itu.

Selain itu, bentuk fisik jas hujan ponco yang cenderung 'lebar' bak layar akan membuat hambatan angin semakin besar dan membebani mesin sehingga bensin cenderung lebih boros. Mungkin Anda tidak terlalu peduli dengan hal itu, tapi bagaimana jika tiba-tiba ada angin kencang yang mmbuat Anda hilang keseimbangan?

Instruktur safety riding profesional Joel Deksa Mastana dalam sebuah acara pelatihan berkendara aman mengatakan bahwa sebaiknya pengguna sepeda motor menggunakan pakaian yang pas dan melekat dengan tubuh sehingga tidak mengganggu kegiatan dan konsentrasi berkendara. Itulah salah satu alasannya mengapa para pembalap motor profesional menggunakan pakaian yang ketat.

Tidak bisa disangkal kalau jas hujan konvensional yang dilengkapi dengan mantel dan celana cukup merepotkan. Belum lagi efek 'gerah' akibat sirkulasi udara yang mengalir tidak sebebas jas hujan ponco. Pertanyaannya, apakah Anda rela menukar keselamatan jiwa Anda dengan sebuah kepraktisan?

www.mediaindonesia.com

Minggu, 16 Desember 2012

: Posted on Minggu, 16 Desember 2012 - 18.48

Toyota Avanza Veloz
File foto: Toyota Avanza Veloz

Ini Dia Cara Merawat Toyota Avanza Veloz yang Gampang

Memiliki mobil yang memiliki performa bagus tentu menjadi impian setiap orang. Nah kalau Anda pengendara Avanza Veloz seperti apa langkah-langkah untuk merawat mobil tersebut? Korwil Aftersales Toyota Auto2000 Bandung Suparna dengan gamblang memberikan 5 tips ringan seputar perawatan mobil Avanza.

1. Menjaga Warna Mobil
  • Dengan teratur cuci mobil
  • Polish setiap beberapa bulan
  • Gunakan shampoo mobil yang cocok
  • Parkir kendaraan di tempat yang tertutup.
"Jika terkena hujan segera dicuci. Jika dibiarkan maka kotoran akan menyatu di cat dan menjadi sulit untuk dihilangkan. Sebaiknya menggunakan shampoo yang baik, jangan memakai shampoo yang bukan water base, shampoo mobil yang solvent base biasanya ada kimianya. Itu bisa merusak cat," ujar Suparna.

2. Menjaga Ban
  • Secara teratur cek tekanan angin dan kualitas ban
  • Ganti ban mobil setiap 50.000-80.000 km
  • Secara teratur bersihkan debu di rem
3. Air Aki dan Radiator
  • Secara teratur cek air aki, radiator dan wiper
4. Pelumas
  • Secara teratur cek kualitas pelumas dan jumlahnya baik itu oli mesin, oli transmisi, power steering, axle, rem dan kopling.
5. Mesin
  • Cek performa mesin dan selidiki jika ada bunyi aneh yang keluar dari mesin
  • Ganti belt setiap 25.000 mil
oto.detik.com

Minggu, 28 Oktober 2012

: Posted on Minggu, 28 Oktober 2012 - 12.56

Tangki Bahan Bakar Mobil
Kapan Waktunya Kuras Tangki Bensin Mobil?

Pengguna mobil di Indonesia sering kali mengabaikan pentingnnya perawatan tangki bensin. Kebanyakan pengguna mobil akan mengecek tangki bensinnya jika mobilnya sudah sedikit mengalami masalah. Itu salah besar, sebaiknya Anda jangan pernah meremehkan sesuatu hal yang kecil, karena dari hal kecil tersebut akan berpengaruh besar. Tangki bensin pada mobil Anda harus dirawat secara berkala meski tidak pernah mengalami gangguan. Karena, setiap Anda mengisi bensin terutama untuk konsumen yang mengisi bahan bakar jenis bensin atau oktan rendah. Takutnya, tangki bensin mobil Anda banyak kotoran, seperti kerak, karat atau kadar air dan minyak yang dapat menyebabkan tersendatnya saluran bensin dari tangki ke mesin.

Ismail, kepala bengkel Hyundai, mengatakan ada baiknya setiap 20.000 km tangki bensin pada mobil Anda harus dibersihkan atau dikuras. Agar tidak mengalami gangguan atau bersih dari kotoran-kotoran yang menempel di tangki bensin. "Sebenarnya tergantung konsumennya itu sendiri. Tapi ada baiknya setiap 20.000 km atau maksimal di 30.000 km, tangki bensin itu harus dibersihkan," terang Ismail.

Ismail membeberkan, hal itu dilakukan untuk pencegahan. Agar tangki bensin mobil selalu terjaga dan terawat dengan baik. Bawa mobil Anda ke bengkel terdekat atau dimana Anda biasa pergi ke bengkel. Pengurasan tangki bensin itu membutuhkan waktu yang cukup lama yakni, 1 hingga 2 jam. Dari situ, seluruh bensin akan dikuras sampai kering dan dilakukan pembersihan. "Konsumen biasanya malas karena membutuhkan waktu yang lama. Tapi jangan sampai menunggu ada masalah baru dikuras, itu berbahaya," imbuhnya.

Selain itu, setelah tangki bensin benar-benar kosong dan kering, hal yang harus dilakukan yakni mengecek di dalam tangkinya, jika ditemukan karat atau kotoran lainnya harus segera diangkat. "Biasanya suka ada kandungan air di dasar tangki bensin, itu harus segera dibersihkan. Karena saat pengurasan, air atau kotoran lainnya biasanya mengendap di dasar tangki," tambahnya.

Setelah tangki benar-benar kering, yang harus dilakukan yakni membersihkan screen filter. Ingat membersihkan screen filter jangan sembarangan, karena bentuknya tipis dan sensitif jadi harus hati-hati. Bersihkan secara perlahan dengan menggunakan angin. "Percuma nanti kalau filternya ga dibersihkan, tangki bensinnya bersih tapi filternya masih kotor. Nantinya kerja fuel pump-nya tidak akan maksimal. Memang fuel pump tidak dapat dibersihkan tapi di fuel pump biasanya melekat saringan bensin. Ingat, menguras tangki bensin mobil ini berlaku untuk semua konsumen, baik yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi maupun rendah. Sebab, kotoran pada tangki bensi pasti ada saja," tandas Ismail.

oto.detik.com

Jumat, 28 September 2012

: Posted on Jumat, 28 September 2012 - 14.51

Transmisi Mobil
Trik Biar Transmisi Mobil Awet

Transmisi mobil merupakan salah satu poin penting di kendaraan. Namun sering kali pemilik menyepelekan yang satu ini. Yuk mari kita merawat transmisi. Caranya bagaimana?

Menyimak tips dari Daihatsu, penggantian oli transmisi harus dilakukan secara rutin sesuai buku service. Jika tidak dilakukan dengan rutin, tarikan mesin akan terasa berat dan dapat merusak komponen transmisi. Selain itu, penggantian oli transmisi menggunakan oli standar menjadi komponen tersendiri.

Penggantian oli sebaiknya menggunakan oli sesuai dengan spesifikasi yang disarankan di buku petunjuk untuk menjamin keawetan transmisi. Beberapa hal lain yang perlu diperhatkan terkait dengan transmisi meliputi pemeriksaan level secara berkala, pengecekan kebocoran, penggantian oli (pada transmisi otomatis).

Pemeriksaan level oli secara berkala ketika akan digunakan beraktivitas berguna untuk mengecek level standar oli. Kekurangan oli dapat menyebabkan kerusakan pada komponen transmisi mobil. Pada transmisi manual dan otomatis, pengecekan kebocoran oli berguna untuk mengetahui kondisi kendaraan. Kebocoran oli dapat menyebabkan berkurangnya atau habisnya level Oli yang menjadikan transmisi rusak.

Para pengguna mobil tentunya sudah terbiasa dengan penggunaan transmisi manual. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas komponen. Salah satunya adalah jangan membiasakan memasukkan gigi pada saat parkir. Hal tersebut merupakan tindakan tidak safety dan dapat merusak komponen transmisi. Selain itu, pada transmisi manual jangan membiasakan mendorong mobil pada saat aki soak, tetapi gunakan kabel jumper untuk menghidupkannya. Alasannya, kebiasaan menghidupkan mesin dengan didorong dapat merusak komponen transmisi manual.

Sedangkan untuk transmisi otomatis, berikut ini beberapa tips penggunaannya:
  1. Pada transmisi otomatis, posisi 1 atau L untuk tanjakan dan turunan curam.
  2. Pada transmisi otomatis, posisi 2 untuk tanjakan dan turunan tidak begitu curam.
  3. Pada transmisi otomatis, posisi 3 dan D sama, tetapi Over Drive berfungsi pada D.
  4. Over Drive O/D, digunakan dalam kecepatan tinggi dalam waktu lama, berfungsi untuk menurunkan putaran mesin sehingga dapat menurunkan konsumsi bahan bakar.
  5. Posisi P (Parking), digunakan pada saat kendaraan parkir, berfungsi untuk safety.
  6. Pada saat lampu merah, posisi D digeser ke N untuk safety dan merawat transmisi otomatis.
  7. Untuk kendaraan transmisi otomatis apabila mogok di jalan, direkomendasikan untuk menggunakan car carrier (digendong), untuk mencegah rusaknya transmisi otomatis.
oto.detik.com

Jumat, 14 September 2012

: Posted on Jumat, 14 September 2012 - 15.58

Kampas Rem
Kampas Rem, komponen pada mobil atau sepeda motor yang sering menjadi aus. Penggantian kampas rem sebaiknya dilakukan secara bertahap, jangan bersamaan diganti semua. Majalah Otomotif Online | Mengganti Kampas Rem Kendaraan Bermotor Sebaiknya Dilakukan Bertahap.
Jangan Mengganti Kampas Rem Kendaraan Sekaligus

Mungkin di antara pembaca pernah merasakan perangkat rem mobil menjadi kurang menggigit, justru setelah melakukan penggantian seluruh kampas rem dengan yang baru. Sebenarnya kejadian ini sangat wajar sehingga Anda tak perlu panik.

Jika Anda perhatikan, umumnya kendaraan yang sudah menempuh ribuan kilometer memiliki cakram / piringan rem dengan permukaan yang sudah tidak rata lagi dan membentuk alur-alur teratur. Hal ini disebabkan keausan berlebihan di titik-titik tertentu akibat kotoran dan debu yang ikut terjepit di antara bidang gesek. Hal ini berlaku juga pada perangkat rem belakang yang umumnya menggunakan model teromol / drum.

Ketika kampas rem tipis dan diganti dengan yang baru, alur-alur pada piringan maupun drum membuat bidang gesek antara kampas rem dan piringan maupun drum menjadi tidak sempurna akibat celah-celah yang terbentuk akibat alur-alur tersebut. Hal inilah yang menyebabkan performa rem terasa merosot drastis.

Kondisi ini akan berangsur membaik dalam hitungan hari atau minggu, setelah kedua komponen yang bergesekan tersebut saling beradaptasi bentuk. Yaitu ketika alur yang membentuk tonjolan pada bidang cakram dan drum terkikis oleh gesekan kampas rem/brake pad/brake shoe, bersamaan dengan berubahnya permukaan kampas baru yang mengikuti alur pada bidang yang ia gesek.

Idealnya, sebelum mengganti kampas rem, periksa kerataan permukaan cakram / drum. Jika alur keausan terlalu ekstrem, sebaiknya ratakan dengan mesin bubut dengan catatan: ketebalan cakram masih dalam batas toleransi. Jika melewati batas, sebaiknya ganti cakram dengan yang baru demi keselamatan Anda sendiri.

Yang perlu diperhatikan: Sebaiknya jangan mengganti kampas rem pada saat yang bersamaan. Lakukan pergantian pada satu poros roda saja, misalnya pada roda depan terlebih dahulu atau roda belakang dulu, menyusul poros lainnya setelah performa rem yang sudah diganti tersebut kembali normal. Tujuannya, jika rem depan yang kita ganti baru turun performanya, setidaknya masih ada rem belakang yang masih berfungsi sempurna atau sebaliknya sehingga kendaraan tidak benar-benar kehilangan daya henti pada keempat rodanya.

Hal ini berlaku juga dengan kendaraan roda dua.

www.mediaindonesia.com

Jumat, 24 Agustus 2012

: Posted on Jumat, 24 Agustus 2012 - 23.43

Ban Lebar Sepeda Motor
Rumus Ganti Ban Lebar yang Pantas!

Lepas booming "ban cacing" dengan ukuran ceking, belakangan banyak pengendara sepeda motor bangga dengan ban oversize. Ironis! Tidak direkomendasikan, tetapi bisa menjadi tren.

Anggapan salah pun terjadi bahwa "semakin lebar tapak ban, daya cengkeramnya semakin kuat". Rumus ini benar untuk mobil. Jika diterapkan pada sepeda motor, ban itu harus diimbangi dengan pasanganya, yaitu pelek yang juga lebar. "Jangan mengganti bannya doang. Pelek juga harus dilebarkan agar ban tidak mengotak," ungkap Andre Halomoan, pemilik bengkel aksesori di Jalan Otista, Jakarta Timur.

Berangkat dari pembicaraan dengan Andre, kami beberkan tips yang aman dalam mengubah ukuran ban:
  1. Jangan pernah memasang ban lebar tanpa mengganti pelek yang sesuai. Jika dipaksakan, maka permukaan ban tidak menyentuh jalan secara maksimal. Kemungkinan, hanya bagian tengah. Dampaknya, daya cengkeram ban berkurang drastis.
  2. Perhatikan selisih ideal antara ukuran lebar ban dan pelek. Biasanya, naik dua tingkat. Misalnya, pelek standar lebarnya 2,75 inci, ban standar 3 inci. Maksimal untuk ukuran ban adalah 3,25 inchi atau setara 100/90. Lalu jika pelek 3,25 inci, maka ukuran ban maksimal 4 inci atau 120/70.
  3. Jika ukuran ban dan pelek sudah pas, maka perhatikan lebar lengan ayun (swing arm). Jangan memodifikasi lengan ayun standar. Lebih baik menggantinya dengan yang lebih lebar (dari limbah moge).
  4. Amati jarak bibir terluar ban dengan rantai. Jangan sampai ban sudah masuk ke lengan ayun, tetapi menempel di rantai. Ukur dahulu jarak ini sebelum menentukan ukuran ban yang akan dipakai.
  5. Ganti sproket roda belakang dengan ukuran lebih besar agar traksi tetap mantap!
otomotif.kompas.com

Rabu, 15 Agustus 2012

: Posted on Rabu, 15 Agustus 2012 - 21.13

Cruise Control
Mengenal Fungsi Cruise Control pada Mobil

Teknologi pada kendaraan bermotor saat ini sudah semakin berkembang pesat. Teknologi tersebut dihadirkan guna memudahkan pengemudi dalam berkendara. Salah satunya adalah fitur cruise control. Fitur cruise control ini merupakan sistem elektrik yang berguna menjaga kecepatan kendaraan secara konstan. Ini membantu pengemudi menjaga kecepatan tanpa harus menginjak pedal gas saat berkendara jarak jauh.

Kendaraan yang disematkan fitur cruise control ini biasanya kendaraan dengan segmen menengah ke atas. Tombol cruise control umumnya ada di batang kemudi, atau berupa tuas di bawah kemudi. Bila pengendara berada di kecepatan 80 km/jam pada jalan bebas hambatan, dengan menghidupkan sistem cruise control kendaraan akan dengan otomatis berjalan secara konstan di kecepatan 80 km/jam. "Intinya cruise control itu agar kendaraan bisa flat menjaga kecepatan yang diinginkan. Ini berguna di jalan bebas hambatan dengan kepadatan lalu lintas yang sedang," kata GM Technical Service Division PT TAM, Dadi Handriadi.

Dadi menjelaskan, fitur cruise control bisa membuat penggunaan konsumsi bahan bakar semakin efisien karena putaran mesin yang stabil. "Sebenarnya sistem ini bisa membantu pengendara dalam menjaga kecepatan dan juga konsumsi bahan bakar yang bisa lebih efisien. Saat berada di kecepatan 100 km/jam, aktifkan sistem ini, maka mobil akan tetap berada di kecepatan tersebut," lanjut pria ramah penggemar aliran musik rock progresif ini.

Dengan hanya menginjak pedal rem atau pedal gas, maka aktivasi sistem cruise control akan dibatalkan dan modus berkendara menjadi normal kembali. Cruise control bekerja dengan membaca sensor kendaraan yang biasanya terdapat di driveshaftlas kopel, speedometer dan sensor di takometer.

autos.okezone.com

Jumat, 10 Agustus 2012

: Posted on Jumat, 10 Agustus 2012 - 14.33

Accu Accumulator Aki
Serba-Serbi Aki

Accumulator atau yang akrab disebut accu / aki adalah salah satu komponen penting pada kendaraan bermotor. Selain berfungsi untuk menggerakkan motor starter, aki juga berperan sebagai penyimpan listrik dan sekaligus sebagai penstabil tegangan dan arus listrik kendaraan.

Aki terdiri dari beragam jenis:
- aki basah konvensional
- aki hybrid
- aki kalsium
- aki bebas perawatan/maintenance free (MF)
- aki sealed

Aki Basah
Hingga saat ini aki yang populer digunakan adalah aki model basah yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4). Ciri utamanya memiliki lubang dengan penutup yang berfungsi untuk menambah air aki saat ia kekurangan akibat penguapan saat terjadi reaksi kimia antara sel dan air aki. Sel-selnya menggunakan bahan timbal (Pb). Kelemahan aki jenis ini adalah pemilik harus rajin memeriksa ketinggian level air aki secara rutin. Cairannya bersifat sangat korosif. Uap air aki mengandung hydrogen yang cukup rentan terbakar dan meledak jika terkena percikan api. Memiliki sifat self-discharge paling besar dibanding aki lain sehingga harus dilakukan penyetruman ulang saat ia didiamkan terlalu lama.

Accu Hybrid
Pada dasarnya aki hybrid tak jauh berbeda dengan aki basah. Bedanya terdapat pada material komponen sel aki. Pada aki hybrid selnya menggunakan low-antimonial pada sel (+) dan kalsium pada sel (-). Aki jenis ini memiliki performa dan sifat self-discharge yang lebih baik dari aki basah konvensional.

Accu Calcium
Kedua selnya, baik (+) maupun (-) mengunakan material kalsium. Aki jenis ini memiliki kemampuan lebih baik dibanding aki hybrid. Tingkat penguapannya pun lebih kecil dibanding aki basah konvensional.

Accu Bebas Perawatan / Maintenance Free (MF)
Aki jenis ini dikemas dalam desain khusus yang mampu menekan tingkat penguapan air aki. Uap aki yang terbentuk akan mengalami kondensasi sehingga kembali menjadi air murni yang menjaga level air aki selalu pada kondisi ideal sehingga tak lagi diperlukan pengisian air aki. Aki jenis ini biasanya terbuat dari basis jenis aki hybrid maupun aki kalsium.

Accu Sealed (aki tertutup)
Aki jenis ini selnya terbuat dari bahan kalsium yang disekat oleh jaring berisi bahan elektrolit berbentuk gel/selai. Dikemas dalam wadah tertutup rapat. Aki jenis ini kerap dijuluki sebagai aki kering. Sifat elektrolitnya memiliki kecepatan penyimpanan listrik yang lebih baik. Karena sel terbuat dari bahan kalsium, aki ini memiliki kemampuan penyimpanan listrik yang jauh lebih baik seperti pada aki jenis calsium pada umumnya. Pasalnya ia memiliki self-discharge yang sangat kecil sehingga aki sealed ini masih mampu melakukan start saat didiamkan dalam waktu cukup lama. Kemasannya yang tertutup rapat membuat aki jenis ini bebas ditempatkan dengan berbagai posisi tanpa khawatir tumpah. Namun karena wadahnya tertutup rapat pula aki seperti ini tidak tahan pada temperatur tinggi sehingga dibutuhkan penyekat panas tambahan jika ia diletakkan di ruang mesin.

www.mediaindonesia.com

Senin, 30 Juli 2012

: Posted on Senin, 30 Juli 2012 - 14.21

Memanaskan Mesin Kendaraan
Seberapa Ideal Waktu untuk Memanaskan Mesin?

Memanaskan mesin sebelum kendaraan dijalankan merupakan salah satu ritual yang wajib dilakukan. Namun terkadang para pemilik kendaraan tetap mengacu kebiasaan para orang tua jaman dulu yang melakukan pemanasan mesin hingga terlalu lama.

Di jaman orang tua kita, mesin-mesin kendaraan umumnya terbuat dari besi sehingga proses pemanasannya membutuhkan waktu cukup lama. Namun hal itu akan menjadi pemborosan bahan bakar jika kita melakukan hal yang sama. Pasalnya, mesin-mesin kendaraan generasi baru umumnya menggunakan logam-logam campuran yang lebih cepat mengalirkan kalor sehingga tidak lagi dibutuhkan waktu pemanasan mesin terlalu lama. Hitungan satu menit saja sudah cukup untuk memberikan kesempatan pada mesin moderen untuk mencapai suhu kerjanya yang ideal.

Mamanaskan mesin dipagi hari bukan saja untuk memberikan kesempatan mesin mencapai suhu ideal, tetapi juga untuk memberikan kesempatan agar cairan pelumas menyebar secara efektif ke bagian komponen-komponen bergerak yang membutuhkan pelumasan.

Oleh karena itu, jika kendaraan didiamkan cukup lama dalam beberapa jam seperti saat di pagi hari, sebaiknya tidak memainkan putaran mesin untuk mempercepat pemanasan karena saat itu cairan pelumas belum sepenuhnya beredar ke seluruh pelosok mesin.

Setelah dihidupkan, biarkan mesin berputar dalam kondisi stasioner. Untuk menunggu pelumas bersirkulasi, Anda bisa memanfaatkan waktu yang terbuang dengan memeriksa kondisi kendaraan. Misalnya memeriksa tekanan angin, memeriksa lampu, cairan aki, rem dan komponen penting lainnya.

www.mediaindonesia.com

Selasa, 24 Juli 2012

: Posted on Selasa, 24 Juli 2012 - 17.45

Knalpot Custom
Ganti Knalpot Custom, Tenaga Naik 1-2 PS

Kurang puas dengan suara atau bahkan performa yang dihasilkan knalpot sepeda motor standar, menggantinya dengan versi custom bisa jadi pilihan. Meski demikian, untuk melakukannya tidak bisa sembarangan. Ada tahapan dan teori ringan agar performa dan estetikanya tetap terjaga.

Menurut Indra, pemilik Doctor Muffler di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, jika ingin mengganti knalpot dengan versi custom, paling tidak harus mengerti tentang hubungan kapasitas mesin dan lubang knalpot. Suara yang dihasilkan pun bisa berbeda sesuai selera. Soal model, minta bentuk apa pun ”sang Doktor” siap menyediakannya. Biayanya tidak mahal, cukup Rp 1-5 juta, bergantung spesifikasi yang diminta.

Berikut tips pemasangannya:

  1. Paling simpel adalah menyesuaikan besaran kapasitas (CC) mesin dengan diameter lubang knalpot custom. Misalnya bebek 100 cc, diameter knalpot tak boleh lebih dari 1,25 inci. Untuk jenis sport 150 cc maksimal 1,5 inci. Jika berkapasitas 250 cc, diameter lubang yang cocok 2 inci. Diameter lubang ini akan menentukan suara dan performa motor.
  2. Saringan dalam knalpot juga menentukan performa. Jika terdapat benjolan-benjolan akan punya nafas lebih panjang (torsi kecil, nafas panjang). Jika saringan di dalam bentuknya polos sesuai diemeter lubang, motor akan punya tenaga lebih besar, tapi nafasnya lebih pendek.
  3. Suara yang dihasilkan bergantung pada bahan dan ketebalan glasswool. Semakin padat dan bahannya berkualitas, suara akan semakin bulat dan tidak berisik. Soal ini, kita bijak karena suara yang terlampau bising akan mengganggu orang lain dan kabarnya akan ditindak tegas. Batas kebisingan motor 80-175 cc adalah 83 Db, sedangkan batas suara knalpot motor di atas 175 cc adalah 80 Db.
  4. Jika khawatir menimbulkan dampak pada mesin, kita bisa memainkan pilot jet, spuyer, atau setelan lain di bagian karburator. Tapi pada umumnya, setelan jarang dilakukan karena efek negatif dari knalpot custom tidak begitu siginifikan untuk mesin.
  5. Perhatikan panjang "leher angsa". Ada hitungan khusus disesuaikan dengan spesifikasi mesin. Jika kepanjangan mesin jadi cepat panas. Kalau kependekan, tenaganya jadi berkurang.
Dengan perhitungan yang benar, knalpot custom biasanya mampu mendongkrak tenaga 1 PS, dan bisa didapat pada RPM lebih rendah. Artinya, akselerasi nambah, tanpa setel ulang karburator. Kalau disertai sedikit setelan, tenaga bisa naik dua kali lipat. Tapi jika ditambah porting cylinder head dan memainkan noken as, bakal lebih banyak tenaga yang menyembur.

Settingan suara dari semua knalpot yang dibuat tidak sampai memekakkan telinga alias lebih adem. Dengan mengganti knalpot custom, Indra mengklaim bahwa motor akan naik tenaganya hingga 1-2 PS. ”Knalpot mahal saja maksimal naik 0,8 dk. Kami bisa menaikkannya tanpa khawatir merusak motor,” ujarnya.

otomotif.kompas.com

Senin, 16 Juli 2012

: Posted on Senin, 16 Juli 2012 - 23.20

Pengendara Sepeda Motor
Cara mengerem motor yang baik dan benar

Apa jadinya jika anda mengendarai motor dalam kecepatan tinggi dan ada mobil mendadak berhenti di depan? Jika anda tidak menguasai teknik rem yang baik dan benar, maka tak ayal anda dapat menabraknya. "Umumnya orang meremehkan 'ngerem' maunya ngebut saja, padahal yang paling sulit adalah 'ngerem'," kata Kepala Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu ketika menjadi pembicara dalam pelatihan Forwot Safety Riding di Serpong, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Jusri mengatakan semua produsen motor selalu mengembangkan sistem pengereman agar bekerja maksimal seperti sistem pengereman tromol,cakram hingga yang modern seperti Air Brake System (ABS) dan Brake Assist (BA). Hal itu karena sistem pengereman adalah faktor yang paling penting untuk sebuah sepeda motor. "Ada kesalahan kaprah, orang-orang berpikir motor akan langsung berhenti ketika direm. Padahal motor tidak akan berhenti seketika ketika pengendara menekan tuas rem. Jadi fungsi rem bukanlah menghentikan motor tapi menahan laju roda motor," katanya.

Motor tidak bisa langsung berhenti seketika dan kita harus memprediksi titik berhentinya motor dengan laju jalan. Sistem pengereman yang benar adalah berdasarkan jarak kecepatan sepeda motor. Jika sepeda motor berada di kecepatan 30 KM, maka pengendara harus menggunakan rem belakang bukan rem depan. "Dalam kecepatan lambat, rem belakang akan mengunci laju roda secara maksimal, rem belakang lebih dapat mengontrol," katanya.

Sebaliknya jika kecepatan motor tinggi vatau di atas 40 KM ke atas, maka pengendara harus mengkombinasikan rem depan dan belakang dengan komposisi rem depan lebih besar. Jika kecepatan 40-50 KM, maka perbandingannya 60 : 40, rem depan 60 persen dan rem belakang 40 persen. Jika kecepatan motor 50-70, komposisi rem depan 70 persen dan rem belakang 30 persen. Penggunaan rem depan biasanya digunakan di sirkuit yang membutuhkan kecepatan tinggi. "Pengeraman yang benar adalah tekan ruas rem - lepas, tekan - lepas, tekan lagi – lepas lagi dan seterusnya hingga motor berhenti. Jangan sampai menekan rem terus karena akan membuat rem terkunci," katanya.

Injak rem sebelum sepeda motor melewati jalanan berlubang atau tikungan. Jika jalanan dalam kondisi licin, pengereman sebaiknya dengan cara halus dan pelan-pelan.

otomotif.antaranews.com

Rabu, 11 Juli 2012

: Posted on Rabu, 11 Juli 2012 - 12.22

Airbag
Mengenal Sistem Kerja Airbag

Fitur pengaman kantung udara merupakan peranti penting pada mobil saat ini. Kini di Indonesia mobil berharga mulai Rp 165 jutaan pun sudah mendapatkannya. Bagaimana sistem kerjanya dan apa yang menyebabkan airbag tidak mengembang?

Airbag yang selalu mengembang ketika mobil terjadi kecelakaan diakui mampu menghindari cedera serius pada si pengendara atau penumpang. Saat ini beberapa mobil dilengkapi dengan sistem kantung udara depan dan curtain shield (airbag samping di pilar). Tapi tahukah Anda jika peranti tersebut ternyata tidak selalu mengembang begitu mobil mengalami kecelakaan, alias perlu 'syarat dan ketentuan' yang menentukan kapan airbag itu harus mengembang. Jadi jangan kira airbag akan selalu mengembang.

Biasanya fitur tersebut memang akan mengembang jika mobil mengalami tabrakan dari depan. Soalnya sensor airbag yaitu akselerometer tepat berada di depan. Alat tersebut sangat sensitif dan bakal mengukur seberapa besar benturan dari depan. Namun sebaliknya jika mobil terjadi tabrak dari belakang, airbag tidak akan mengembang.

Selain itu yang membuat dual airbag tidak mengembang adalah ketika mobil terguling. Karena terguling besar kemungkinan dual airbag (kantung udara untuk di depan penumpang dan pengemudi) tidak akan mengembang karena sensor di depan tidak dapat melacak terjadinya kecelakaan.

Sementara itu airbag curtain shield dapat tidak mengembang jika kendaraan tertabrak dari samping pada sudut tertentu (seperti terjadi tabrakan di ban depan atau ban belakang). Faktor lainnya yang membuat airbag curtain shield tidak mengembung adalah tabrakan dari belakang, dan jika kendaraan terlibat kecelakaan keras pada kecepatan rendah. Sebab sensor curtain airbag (airbag samping) hanya membaca pergerakan pas di samping mobil dan bukan samping belakang mobil.

Untuk memastikan kerja airbag tetap sempurna, Anda harus menghubungi diler mobil terdekat. Pastikan jika fitur airbag Anda bekerja dengan baik. Dan jangan lupa tetap gunakan seat belt.

oto.detik.com

Senin, 09 Juli 2012

: Posted on Senin, 09 Juli 2012 - 02.01

Honda PCX 125
Mau Irit Motor Matiknya, Ikuti Petunjuk Ini

Sepeda motor matik terkenal karena tinggal membentot grip gas. Namun, anggapan boros juga tidak lekang di benak sebagian pemiliknya. Untuk itu, Handy Hariko selaku Senior Manager Tech Training Dept PT Astra Honda Motor punya trik-trik sederhana untuk mengatasinya.

1. Jangan panaskan mesin lama-lama
Memanaskan mesin sebenarnya sama saja membuang bahan bakar dalam kondisi kendaraan tidak digunakan. Tiga menit sudah cukup. Bahkan Handy berujar bahwa mesin zaman sekarang sebenarnya tidak perlu dipanas-panaskan. "Tujuan memanaskan mesin itu zaman dulu untuk mengalirkan oli karena bentuk mesin tegak. Sekarang mesin sudah rebah, dan oli ukuran sekarang rata-rata 10/30 sehingga kita jangan khawatir akan mengental jika tidak dipakai," urainya.

2. Ikuti irama mesin, jangan gas tiba-tiba
Ini biasanya terjadi karena kita tidak sabar. Rasanya, misalnya, ingin lekas-lekas menggeber gas selepas lampu merah. Padahal, akan lebih hemat jika tuas digas seirama atau perlahan-lahan sesuai tarikan mesin.

3. Perawatan mesin
Ini mengapa bengkel resmi menetapkan batas khusus kapan pengguna, khususnya sepeda motor matik, harus servis rutin (2.000 cc-2.500 cc). Jika kerja karburator, oli, dan lainnya baik, maka tarikan pada mesin pun tidak berat sehingga pengguna tidak merasa sepeda motornya kurang tenaga. Alih-alih memilih memuntir tuas gas lebih jauh dan alhasil muntahan bensin lebih banyak.

4. Rajin periksa tekanan angin ban
Jika ban kurang angin, otomatis gerak motor jadi lebih berat. Ini sama halnya dengan mesin yang tidak terawat dan membuat pengendara senewen ingin terus gas penuh karena merasa tenaga mesin kurang mantap.

otomotif.kompas.com

Rabu, 27 Juni 2012

: Posted on Rabu, 27 Juni 2012 - 10.06

Ban Directional
Efek Memasang Ban Rotasi Terbalik

Untuk ban tipe directional dan asymmetrical terdapat aturan pemasangan dibanding simetris. Directional ditandai dengan penunjuk arah berbentuk panah, sementara asymmetrical memakai tulisan "outside" dan "inside". Terkadang ada pengguna yang secara sembrono menukar posisi dengan alasan bagian luarnya sudah habis. Lalu, apa efeknya jika hal tersebut dilakukan?
Berikut penjelasan dari Adang Supandi, Product Technical Senior Manager, PT Gajah Tunggal.

Bahaya Saat Hujan

"Langkah tersebut tidak dibenarkan terlebih saat melintas di lintasan yang basah. Karena dapat menyebabkan adanya aquaplanning berlebihan sehingga dapat menghilangkan stabilitas," jelas Adang. Apalagi, lanjutnya, kecepatan berada di atas 40 kpj. Sebab, kembangan ban sudah didesain untuk membuang air. Dengan kondisi terbalik maka fungsinya berubah menjadi menampung air. Akibatnya air akan berkumpul dan membentuk lapisan air antara ban dengan aspal.

Lain halnya ketika digunakan pada lintasan kering. "Efeknya, suara gesekan ban lebih berisik dan kembangan ban lebih cepat habis," papar Adang. Stabilitas, menurutnya tidak terlalu berpengaruh.

Kondisi Tertentu

Ada teori dari Chandra Alim, pebalap nasional, seputar rotasi berlawanan. "Kondisi rotasi di balik dapat membantu pengereman lebih pakem," ujar Chalim, sapaan akrabnya. Informasi tersebut didapat dari mekanik saat mengikuti Australian Touring Car Championship pada 1990-an.

Teori tersebut bisa dilakukan pada mobil penggerak belakang dengan tenaga yang besar. Itu pun hanya berlaku untuk ban depan saja. "Karena saat dibalik menimbulkan efek lebih mencengkram saat di rem. Dengan begitu jarak pengereman bisa lebih dekat," ungkap Chalim.

Tetapi, lanjutnya teori ini tidak berlaku untuk mobil gerak roda depan karena sebagai pusat traksi di mana tempat beban berkumpul. "Jangan sekali-sekali melakukan saat lintasan basah karena akan mengurangi stabilitas cukup besar dan bisa sangat berbahaya karena mobil kehilangan kontrol. Saya melakukan ini hanya untuk di lintasan balap, tidak di jalan raya," tegas Chalim.

otomotif.kompas.com

Rabu, 20 Juni 2012

: Posted on Rabu, 20 Juni 2012 - 02.09

Velek dan Ban Mobil
Apa Sih Makna Tulisan di Ban dan Velek?

Velek dan Ban merupakan komponen yang tidak terpisahkan saat kita ingin mendandani mobil kesayangan. Keduanya memiliki motif dan desain yang sangat beragam sehingga harus pandai-pandai memadupadankan dengan style kendaraan. Dalam memilih kedua komponen ini, kita harus mempertimbangkan tujuannya. Apakah untuk keperluan harian, kompetisi atau untuk kontes sebagai carshow. Semuanya harus serasi karena secara tidak langsung menunjukkan jati diri pemiliknya.

Pabrikan mobil umumnya memasangkan ban pada mobil produksinya dengan velek dan ban OEM (Original Equipment Manufacturer) sesuai dengan karakter mobil. Untuk mobil yang diproduksi masal biasanya menggunakan ban yang lebih ditujukan untuk kenyamanan. Selain menjunjung tinggi faktor kenyamanan, pemilihan pada mobil ban standar juga memperhatikan factor keselamatan dan faktor keawetan komponen kendaraan. Oleh karena itu kendaraan yang dijual dibekali ban yang berprofil tebal.

Berbeda dengan kendaraan-kendaraan sekelas Ferrari, Lamborghini, Porsche dan kendaraan eksotis lainnya yang dibuat untuk tujuan performa dan gaya hidup. Oleh karena itu ban dan velek yang digunakanpun rata-rata berukuran diameter besar dengan ban berprofil rendah alias ban tipis. Ban dengan spesifikasi tersebut ditujukan untuk mendapatkan traksi, akselerasi serta kelincahan bermanuver dengan faktor safety yang sangat tinggi untuk mengimbangi kemampuan kendaraan yang bersangkutan.

Karena Faktor kenyamanan berada pada urutan kesekian, maka jangan harap Anda mendapatkan kenyamanan pada kendaraan-kendaraan eksotis yang kami sebutkan di atas. Dan meskipun demikian kita tidak bisa menampik kalau kendaraan eksotis tadi sangat indah dipandang. Karena umumnya kendaraan dengan velek besar ini digunakan pada mobil-mobil 'mahal' itulah maka banyak para pemilik kendaraan menaikkan ukuran ban dan veleknya agar setidaknya mendekati tampilan mobil-mobil sport eksotis tersebut.

Namun sebelum melaksanakan niat itu, sebaiknya pahami dulu kode-kode yang ada pada ban. Dan yang perlu diperhatikan saat Anda ingin menaikkan diameter roda mobil kesayangan Anda, sebaiknya tidak lebih dari dua inci lebih besar dari ukuran standar OEM. Itu kalau Anda masih peduli faktor kenyamanannya. Misalnya jika mobil Anda saat ini menggunakan velek ukuran 16 inci, maka sebaiknya Anda melakukan pembesaran tidak lebih dari plus dua (+2) yaitu 18 inci.

Kode-kode pada ban

Misalnya ban berkode 215/65R15 89H. Angka '215' adalah lebar telapak ban dalam satuan ukuran milimeter. '65' (Aspek Rasio), adalah rasio/perbandingan antara ketebalan profil ban dengan lebar telapak ban. Angka 65 di sini mengisyaratkan tinggi/tebal ban adalah 65% dari lebar telapak ban. 'R' (konstruksi), adalah pola jalinan benang/kawat yang memperkuat konstruksi ban. 'R' disini berarti ban tersebut memiliki pola jalinan berpola radial. Jika 'B' berarti ban tersebut mempunyai konstruksi sabuk bias (bias belted). Untuk 'D' maka berarti konstruksinya adalah bias diagonal (diagonal bias). Angka 15 berikutnya adalah ukuran diameter rim/velek dalam satuan inci dan angka '89' mengisyaratkan beban maksimal (load index) yang diizinkan pada ban bersangkutan. Sesuai dengan standar industri ban maka kode tersebut memiliki kapasitas beban maksimal sebesar 580 kilogram di tiap ban.

Tabel load Index/ beban maksimal yang diizinkan:

86=530kg
87=545kg
88=560kg
89=580kg
90=600kg
91=615kg
92=630kg
93=650kg
94=670kg dan seterusnya.

Huruf "H" terakhir merupakan indikator kecepatan maksimal.

Tabel indikator kecepatan maksimal yang diizinkan:

G= 90km/jam
H= 210km/jam
J= 100km/jam
K= 110km/jam
L= 120km/jam
M= 130km/jam
N= 140km/jam
P= 150km/jam
Q= 160km/jam
R= 170km/jam
S= 180km/jam
T= 190km/jam
U= 200km/jam
V= 240km/jam
W= 270km/jam
Y= 300km/jam

Jadi ban berkode 215/65R15 89H adalah ban dengan lebar telapak 215mm, ketebalan ban dengan aspek rasio 65% x 215(mm) = 129(mm), berjenis radial dengan ukuran velek berdiameter 15 inci, mampu dibebani seberat 580 kg dengan batas kecepatan aman maksimal 210 km/jam.

Ada perbedaan kode simbol batas kecepatan pada sistem Eropa generasi lawas yang diberi kode 215/65 HR15 yang berarti lebar telapak 215 mm/aspek rasio 65, kecepatan maksimal 210 km/jam, jenis radial dan rim 15 inci.

TR=100 Km/jam.
HR=210 Km/jam.
VR=260 km/jam
ZR=340 km/jam.

Tulisan 'DOT' pada dinding ban, berarti ban tersebut telah memenuhi standar persyaratan dari Departement of Transportation (DOT) Amerika Serikat berdasarkan sistem Uniform Tire Quality System (UTQG) atau tiga jenis kemampuan/tingkatan ban, yaitu keawetan/jarak tempuh, daya cengkeram dan daya tahan terhadap temperatur. Inflation Pressures/Tekanan angin adalah batas maksimum yang diperbolehkan, tetapi belum tentu sesuai untuk jenis mobil Anda. Pakailah selalu tekanan angin yang dianjurkan produsen mobil yang dapat dilihat pada buku petunjuk/manual book.

Di samping kode-kode di atas, ada kode lainnya yang tak kalah penting. Dalam dunia off-road kerap kita mendengar ban berukuran 31 ban 33 dan lain sebagainya. Untuk ban off-road biasanya menggunakan kode sederhana seperti 31 x 10.50 R 15 6PR. Angka 31 adalah ukuran paling luar diameter ban dalam satuan inci, sementara 10.50 merupakan ukuran lebar ban dalam satuan inci, R adalah jenis ban Radial dan 6PR adalah 6 Ply Rating yaitu jumlah lapisan pola jalinan kawat atau benang di dalam ban yang dalam hal ini maksudnya 6 lapisan.

Kode-kode pada velek

Bahasa velek umumnya lebih sederhana dibanding bahasa ban. Sebagai contoh: Sebuah velek tertera kode 7 1/2 (7.5) x 17 kemudian 4/114.3 dan ET +40. Angka 7.5 pada rangkaian kode 7.5 x 17 merupakan lebar velek dalam satuan inci sementara angka 17 merupakan diameter velek dalam satuan inci. Arti angka 7.5 x 17 berarti velek memiliki lebar 7,5 inci dengan diameter 17 inci.
Rangkaian kode 4/114.3 merupakan kode untuk menunjukkan jumlah baut yaitu 4 baut dan 114.3 merupakan kode untuk PCD (Pitch Circle Diameter) yaitu diameter pola lingkaran posisi baut dalam satuan milimeter. Jadi jika ada kode 5/112, berarti velek tersebut memiliki 5 lubang baut dengan PCD 112 mm.

Kode ET merupakan ukuran offset velek. Velek memiliki dua bibir yaitu bibir luar dan bibir dalam. Jika dudukan baut velek berada tepat di tengah-tengah antara bibir luar dan bibir dalam (centerline) berarti velek memiliki offset 0. Posisi dudukan baut velek semakin ke arah luar berarti velek memiliki offset positif demikian pula sebaliknya jika posisi dudukan roda cenderung lebih ke arah dalam berarti negatif. Jadi jika pada velek tertulis ET +40 itu artinya posisi dudukan baut roda pada velek bergeser ke luar sejauh 40 mm.

Umumnya pemilik kendaraan jarang malakukan kesalahan dalam memilih ukuran ban dan velek serta ukuran PCD. Akan tetapi pemilik kerap lalai mengukur offset-nya hingga baru diketahui setelah ban dan velek siap dipasang atau bahkan setelah dipasang pada kendaraan. Kebanyakan problem yang timbul adalah mentoknya ban dengan komponen bodi kendaraan seperti pada bibir spakbor atau fender, piring dudukan pegas suspensi atau dinding apron maupun dinding rumah roda akibat melupakan faktor offset. Kalau sudah begini, biasanya pemilik menyiasatinya dengan menambahkan spacer agar ban tidak mentok. Namun perlu diingat bahwa penggunaan spacer membuat velek memiliki potensi bergeser dari posisinya karena tumpuan velek hanya bergantung pada ikatan baut-baut roda. Seharusnya velek menempel sempurna pada dudukan roda dan tertahan oleh tonjolan poros roda agar posisi roda tetap center pada dudukannya.

Yang tidak kalah pentingnya saat memasang velek, perhatikan lubang tengah velek dan tonjolan pada dudukan velek. Idealnya antara lubang tengah pada velek dan tonjolan hub roda harus masuk secara presisi. Jika Ada celah, sebaiknya Anda meminta ring tambahan untuk di pasang pada center hub roda untuk membantu velek tetap center terhadap poros roda.

www.mediaindonesia.com

Rabu, 13 Juni 2012

: Posted on Rabu, 13 Juni 2012 - 13.22

Filter Solar
Membuang Air di Filter Solar

Kualitas solar di Tanah Air sulit ditebak. Bahkan, beberapa ATPM yang memasarkan mobil bermesin diesel kerap melakukan survei dan menemukan banyak perbedaan kendati berasal dari satu merek. Perbedaan bisa dilihat langsung dari warnanya. Untuk menjaga agar mesin tidak rewel karena kualitas solar yang tidak merata itu, perlu perawatan secara teratur pada sistem bahan bakar. Bagian utama yang harus diperiksa adalah separator air (water separator).

Setiap mobil bermesin diesel dilengkapi indikator di panel instrumen untuk menunjukkan kondisi separator air. Berikut tips Teddy dari Bengkel Rev Engineering, tentang cara membuang air dari filter solar.

Lepas filter
Untuk mesin diesel yang sudah menggunakan teknologi common rail, lepas dulu selang masuk dan keluar solar dan soket sensor sebelum melepas separtor air dari tempatnya. Ingat posisi selang! Bila perlu letakkan terpisah agar tidak tertukar saat memasang kembali karena bentuknya sama. Sumbatlah selang dengan kain agar solar tidak berceceran. Hal yang sama juga dilakukan pada lubang di filter. Sebelum filter diangkat, perhatikan pengikatnya, ada yang menggunakan klip (bisa langsung dicabut) atau mur (dilepas dengan kunci pas atau ring).

Bersihkan
Cari tutup pembuangan air, yang biasanya terletak di bagian bawah. Untuk Toyota Innova, tutup berwarna kuning seperti penutup lubang bawah radiator untuk pembuangan. Buka dan keluarkan seluruh air dan solar yang ada di dalamnya sampai habis. Kalau Anda ingin tahu berapa banyak kadar air, tampung buangan tersebut, diamkan dan lihat komposisi airnya.

Pasang kembali
Diawali dengan memasukkan ke tempat semula sesuai posisi awal, dan pastikan bagian-bagian terpasang dengan benar. Kemudian, pasang selang masuk dan keluar, lalu kencangkan pengikatnya. Setelah itu, baru pasang soket.

Untuk diesel modern, sebelum mesin dinyalakan, diamkan dahulu beberapa saat di posisi ACC agar filter kembali terisi. Untuk model lama, harus dipompa terlebih dahulu (pompa tangan).

otomotif.kompas.com

: Posted on - 04.01

Suzuki Hayabusa
Tips Membeli Moge Bekas

Melihat tampilan seksi beragam motor besar seperti Ducati, Suzuki Hayabusa, Honda Fireblade atau Kawasaki ZX memang membuat air liur keluar. Namun, ketika membeli motor besar dalam kondisi bekas atau seken, faktor-faktor apa saja yang perlu kita perhatikan?

Direktur PT Putra Oentoro Motor Steven Oentoro yang mendirikan showroom moge bekas pertama di Indonesia yang dinamakan moto8, berbagi tips bagi para calon pembeli motor besar seken di tanah air. Menurut Steven, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum sang calon mengeluarkan uangnya untuk membayar. "Faktor pertama tentu saja perhatikan mesinnya. Cara paling mudah, lihat apakah ada oli yang merembes dari blok tengah. Perhatikan apakah itu kebocoran karena blok mesinnya pernah pecah atau hanya karena gasket termakan usia. Perhatikan benar faktor ini," jelasnya.

Hal lain yang menurut Steven harus diperhatikan adalah kondisi rangka. Teliti kondisi rangka motor incaran kita itu dengan baik. "Sebisa mungkin cari motor yang rangkanya masih di cat original, karena kalau belum di cat ulang, bekas bengkok bisa ketahuan," imbuhnya lagi.

"Lalu soal elektrikal. 'Telanjangi' motor, lihat kabel-kabelnya masih bagus atau ada yang bekas di potong. Karena kalau bekas di potong biasanya sensor di motor suka error," papar Steven.

"Selanjutnya starter mesin. Perhatikan motor ketika distarter untuk mengetahui bahwa setelan mesin masih standard dan benar, untuk menstarter mesin tersebut gunakan saja tombol tombol starter tanpa di gas. Kalau mesin tersebut bisa idle, artinya mesin tersebut sehat (setelan benar), apabila harus digas, bisa disebabkan beberapa faktor antara lain: fuel mixture yang tidak benar, atau timing mesin yang salah, atau kompresi bocor," papar Steven panjang lebar.

Setelah semua hal tadi diperiksa, maka motor pun siap dites jalan. Untuk sesi pengetesan ini biasanya ada perjanjian kalau jatuh atau rusak karena kesalahan pengendara harus dibayarkan. "Sebelum resmi dibeli, kan harus test ride, nah test ride tersebut dilakukan untuk mencari tahu kekurangan motor tersebut apa. Kalau rantai atau ban, ya tergantung kondisi dan perjanjian. Yang terpenting adalah untuk mengecek sasis, lari ke kiri atau ke kanan tidak, bekas nabrak atau tidak," lugasnya.

"Terakhir, cek surat-surat kendaraan. Yang terbaik cek ke Samsat, bawa BPKB sama cek fisik, takutnya ada yang 'potong-tempel'. Cek nomor rangka dan nomor mesin sama atau tidak dengan yang di surat," tuntasnya.

oto.detik.com

Kamis, 07 Juni 2012

: Posted on Kamis, 07 Juni 2012 - 11.39

Ruang Mesin Mobil
Merawat mobil setelah perjalanan jauh

Mengendarai mobil dengan perjalanan jauh tentu saja akan membuat kondisi mobil tersebut menjadi jauh menurun. Diperlukan perawatan khusus pada mobil yang telah usai menempuh perjalanan antar kota atau antar daerah. Beberapa bagiannya mungkin perlu diperbaiki atau diganti agar mobil bisa kembali dikendarai dengan nyaman dan aman. Apa saja yang harus dilakukan pada mobil yang telah menempuh perjalanan yang sangat jauh? Seorang mekanik bernama Abdul Wahid memberikan saran-saran yang bagus untuk disimak dibawah ini.

Tak ubahnya tubuh manusia yang setelah bekerja keras perlu istirahat dan pemulihan stamina, mobil pun demikian. Setelah mengantarkan anda sekeluarga mudik ke kampung halaman tercinta, kendaraan juga perlu disegarkan kembali. Hanya, bagaimana cara pemulihan yang harus dilakukan? Bagian mana saja yang harus diperiksa atau diganti? Abdul Wahid, Kepala Mekanik Auto Mekanika, Parigi, Bintaro menyebut bagian yang wajib diperiksa selian mesin adalah komponen dibawah bodi seperti tie-rod, suspensi, serta rem. "Mesin tentu saja bekerja ekstra keras. Begitu pun bagian kaki-kaki, rem, kopling, dan beberapa komponen lainnya," papar dia.

Berikut beberapa bagian yang harus diperiksa, diperbaiki, atau bahkan diganti :

1. Peranti Pengereman

Selama menempuh perjalanan jauh biasanya pengemudi kerap melakukan pengereman dengan menginjak pedal rem dalam-dalam atau biasa disebut heavy braking. Karena itu, setelah kembali dari mudik, perangkat pertama yang perlu anda lihat adalah di sistem pengereman. Lakukan uji terhadap semua peranti rem mulai dari rem depan, belakang hingga rem parkir. Bila terasa kurang pakem, maka sebaiknya mengganti kanvas atau mintak rem. Pasalnya perangkat pengereman sangat vital untuk menunjang keamanan dan keselamatan berkendara.

2. Pelat Kopling

Kopling merupakan peranti untuk mengendalikan laju mobil, baik maju, mundur atau menambah dan mengurangi tingkat percepatannya. Bisa dibayangkan apa jadinya bila peranti ini tidak berfungsi sama sekali. Pelat kopling biasanya aus seiring dengan bertambahnya usia pemakaian. Tetapi bisa juga terjadi karena faktor pemakaian yang terus menerus tanpa henti dan cara penggunaan yang tidak sesuai kaidah.

Cara gampang untuk memastikan kopling masih bagus atau tidak adalah dengan menghidupkan mesin. Kemudian masukan transmisi ke posisi gigi dua atau tiga dan lepas pedal kopling secara perlahan, pada saat bersamaan injak pedal gas dan rem. Bila mesin langsung mati, berarti kopling masih bagus. Sebaliknya bila mesin masih hidup berarti terjadi slip di kanvas kopling. Upayakan untuk melakukan perbaikan atau bahkan menggantinya demi keamanan dan keselamatan saat berkendara.

Bila mobil anda bertransimisi otomatis, maka pastikan oli transmisi juga berkondisi baik. Bila anda ragu, sebaiknya mengganti dengan yang baru.

3. Oli dan Filter

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah, memastikan kondisi oli atau minyak pelumas. Caranya, dengan melihat dari tongkat indikator oli yang ada di mesin. Pastikan jumlah oli tidak kurang dari batas bawah yang tertera di tongkat tersebut. Selain itu, teteskan sedikit oli di jari tangan anda dan gesek-gesekan di kedua jari anda. Bila cairan oli terasa pekat atau bahkan terasa ada butiran, maka gantilah oli tersebut. Pasalnya, oli memiliki fungsi yang sangat penting dalam memperlancar gerakan komponen di mesin.

Tak bisa dibayangkan apa jadinya, bila jumlah oli berkurang atau kotor dan menyebabkan komponen-komponen di dalam mesin macet tak terbergerak atau bahkan patah karena pelumasan tidak sempurna. Saat memeriksa dan mengganti oli itu sebaiknya anda juga memeriksa, membersihkan, atau bahkan bila perlu menggantinya. Seperti diketahui fungsi filter adalah menyaring partikel-partikel lain yang dapat mengganggu fungsi oli dalam melumasi komponen mesin.

4. Busi dan Saringan Udara

Kedua peranti itu terlihat sepele. Namun fungsinya sangat menentukan, busi misalnya berfungsi memantikan api listrik dalam proses pembakaran di ruang bakar mesin. Tanpa peranti itu, sudah pasti proses pembakaran tidak akan terjadi dan mesin mobil tidak bisa dihidupkan. Biasanya, busi mengalami penurunan kemampuan seiring dengan usia pemakaian. Tetapi bisa juga terjadi karena perjalanan jauh dan mobil melaju secara terus menerus, terlebih bila jalanan macet maka mesin juga bekerja ekstra keras. Karena itu sebaiknya anda mengganti busi itu agar performa mesin bagus. Begitu pula dengan saringan udara. Memang, bisa dibersihkan, namun bila anda tidak yakin, lebih baik menggantinya.

5. Cairan Radiator

Selama menempuh perjalanan jauh tentu mesin membutuhkan proses pendinginan yang ekstra pula. Disinilah, kerja radiator sebagai perangkat pendingin mesin sangat berperan. Di saat seperti itu, biasanya cairan coolant yang ada di radiator berkurang. Oleh karena itu, anda juga wajib memeriksa kondisi radiator. Buka tutup perangkat ini dan bila cairan berkurang segera tambahi. Bila tidak ada cairan coolant, anda boleh menambahkan air minum dalam kemasan. Namun sangat disarankan untuk mengganti cairan itu. Pasalnya, selama menempuh perjalanan jauh, cairan mendidih dan berekasi dengan sel-sel di dalam radiator. Pada saat mencapai titik didih tertinggi, bisa saja unsur-unsur yang ada di air atau cairan coolant bereaksi secara kimiawi dan membentuk partikel baru. Partikel itulah yang dikhatirkan merusak sel-sel radiator. Bila itu terjadi maka radiator juga tidak akan berfungsi secara optimal, kerugian yang harus anda tanggung pun semakin besar.

6. Bagian Kaki-kaki

Selama menempuh perjalanan mudik, bagian ini menyangga beban yang cukup berat sehingga kondisinya sangat rawan menurun. Terlebih bila jalanan yang anda lalui kurang bagus, banyak lubang, tanjakan, dan basah. Komponen yang wajib anda periksa atau diperbaiki, dan bila perlu diganti adalah tierod, ball joint, bushing arm, bearing, dan laker. Tanda bantalan roda sudah aus, saat mobil melaju menimbulkan suara mendengung yang makin lama makin keras. Bila anda mendapati suara seperti itu, maka segera ganti dengan yang baru. Pasalnya peranti ini berhubungan dengan kestabilan saat berkendara.

7. Periksa Ban

Berbarengan dengan pemeriksaan atau penggantian komponen di bagian kaki-kaki sebaiknya anda juga memeriksa kondisi ban. Pastikan baut roda masih kencang dan tidak membahayakan. Begitu pun dengan tekanan angin. Anda tidak perlu menggantinya bila kondisi masih bagus. Namun, satu hal yang wajib anda lakukan adalah melakukan spooring dan balancing roda. Pasalnya, ini tidak hanya berguna untuk menjaga kondisi ban agar tetap awet tetapi juga untuk menjaga kestabilan mobil saat dikemudikan.

8. Bersihkan Bodi dan Kabin

Melengkapi pemeriksaan, perbaikan, atau penggantian beberapa komponen tersebut sebaiknya anda juga membersihkan bagian eksterior atau bodi serta kolong mobil, maupun bagian interior. Anda bisa mencuci sendiri di rumah, namun untuk memastikan bagian kolong juga bersih sebaiknya membawa ke tukang cuci mobil. Kotoran yang menempel di bodi maupun kolong tidak hanya mengganggu tampilan tetapi juga berpotensi menjadi karat. Sedangkan bila anda membersihkan bagian interior jangan lupa membersihkan kisi-kisi peranti pendingin ruangan (AC), panel pintu dan lainnya.

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan agar mobil anda kembali bugar setelah bekerja ekstra keras mengantarkan anda sekeluarga menuju kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan handai taulan.

www.tempo.com

Copyright © 2013. Majalah Otomotif Online | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Majalah Otomotif Online
Prokimal Raya Kotabumi, North Lampung, Lampung, Indonesia ID-LA